Tingkatan dan level jerawat

level jerawatMenurut American Academy of Dermatology, tidak pernah diketahui alasan tepat dibalik munculnya jerawat, hal ini karena banyaknya penyebab yang dapat memicu gangguan tersebut.

Namun munculnya jerawat diawali oleh penyumbatan pori-pori oleh sel kulit mati dan minyak berlebih, bakteri yang ada dalam pori ini akan menyebabkan infeksi, tingkat kedalaman bakteri dan infeksinya ini akan membedakan level gangguan itu sendiri.

Secara garis besar, tingkat keparahan dibagi menjadi dua macam yaitu ringan dan berat. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai tingkatan dan level jerawat seperti dikutip dari American Academy of Dermatology.

Jerawat ringan

Seperti disinggung di atas bahwa tingkat kedalaman bakteri dan infeksinya membuat perbedaan tingkat keparahan gangguan kulit tersebut, jerawat ringan adalah akibat infeksi bakteri yang masih dekat dengan permukaan kulit.

Infeksi ini sendiri menimbulkan beberapa gejala umum seperti munculnya komedo dan bintik hitam. Komedo sebenarnya merupakan pori yang tersumbat sedangkan warna hitam yang menyertai komedo diakibatkan oleh proses oksidasi.

Jerawat sedang

Ini adalah gangguan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri yang berada sedikit lebih dalam dari permukaan kulit. Infeksi ini menimbulkan pustula atau yang lebih dikenal dengan nama jerawat.

Benjolan pada permukaan kulit ini memiliki dua nama yakni pustula dan papula yang keduanya memiliki ciri masing-masing. Pustula merupakan benjolan yang disertai peradangan serta terdapat nanah di bagian atasnya.

Sedangkan papula merupakan benjolan serta peradangan berwarna merah namun tanpa disertai nanah sama sekali.

Jerawat parah

Infeksi bakteri berada di dalam kulit dan menimbulkan benjolan serta peradangan parah, benjolan biasanya bersifat keras dan sakit bila tersentuh, ciri lainnya adalah benjolan tersebut lebih besar dibanding tipe lainnya. Bila tidak diobati secara tuntas maka gangguan ini akan datang kembali.

Fulminans dan conglobata

Tipe ini adalah yang terparah dibanding tipe lainnya, tipe ini lebih sering menyerang pria baik remaja ataupun yang lebih tua. Ukurannya yang lebih besar dibanding jerawat parah membuatnya seperti bersentuhan dengan benjolan di sekitarnya.

Setelah proses pengobatan selesai biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit berupa cekungan. Sedangkan fulminans sendiri merupakan bentuk yang sama dari keterangan di atas, namun disertai dengan demam dan nyeri pada sendi.

Keempat tipe di atas dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, cara untuk menurunkan resiko terhadap gangguan ini adalah dengan rutin membersihkan wajah serta memastikan tidak ada penyumbatan pada pori.

Gunakan pembersih wajah yang memiliki kekuatan untuk melenyapkan segala jenis bakteri dan kuman dari permukaan kulit, dan jangan lupa untuk selalu melakukan proses pengangkatan kulit mati maksimal dua kali seminggu.

Untuk melakukan proses pengangkatan kulit tersebut tidak sulit, silahkan ikuti panduan mudahnya di halaman ini [Baca: Cara membuat deep cleanser untuk mengangkat kulit mati].

tags: