Tiga Efek Samping Diet Rendah Glisemik

efek samping diet rendah glisemikMetode apapun pasti memiliki celah dan kelemahan sehingga berpotensi menimbulkan berbagai efek samping yang mungkin ditemukan pada beberapa orang. Demikian pula dengan diet redah glisemik, metode ini sebenarnya bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah dan membantu menurunkan berat badan, penjelasan lebih lengkap bisa dibaca kembali di sini [Baca: Penjelasan lengkap mengenai diet rendah glisemik].

Berikut adalah tiga efek samping diet rendah glisemik yang mungkin ditemukan pada beberapa pesertanya.

1. Menurunkan konsentrasi

Hampir semua metode diet memiliki peraturan tersendiri terkait makanan apa yang boleh dikonsumsi dan makanan yang dilarang. Karena adanya pelarangan ini maka besar kemungkinan ada beberapa jenis vitamin, mineral, nutrisi dan elemen penting lainnya yang tidak didapatkan.

Otak memerlukan berbagai nutrisi dan vitamin untuk mendukung fungsinya, jika vitamin atau nutrisi yang dibutuhkan otak tidak terpenuhi maka efeknya adalah terganggunya fungsi organ penting tersebut. Kondisi ini bisa menyebabkan melemahnya daya ingat seseorang.

2. Letih dan lesu

Kita tahu bahwa gula adalah salah satu sumber energi bagi tubuh, bila tubuh kekurangan zat ini maka tubuh akan mengalami rasa lemas dan lesu, meskipun mungkin efeknya hanya saat awal-awal menjalankan metode ini saja.

Untuk beberapa orang, rasa lemas bisa berdampak besar pada pekerjaan dan profesinya sehingga besar kemungkinan mengganggu segala aktifitas mereka.

3. Turunnya berat badan

Untuk orang atau peserta yang memiliki kelebihan berat badan maka hal ini tentu bukan menjadi efek samping melainkan keuntungan, namun untuk beberapa orang lainnya metode ini sangat membahayakan.

Salah satu contohnya adalah pasien yang mengidap penyakit hepatitis, orang yang mengalami hepatitis cenderung kehilangan berat badan secara drastis dan akan lebih berbahaya bila menjalankan metode ini.

Namun sekali lagi perlu ditegaskan bahwa point ini sangat bergantung dari siapa yang menjalankannya, bila pelaku memiliki masalah dengan obesitas maka metode ini sangat tepat dan menguntungkan, namun bila pasien hepatitis yang menjalankannya maka justru dapat menimbulkan bahaya.

Ketiga efek samping diet rendah glisemik di atas masih bisa diperdebatkan, bahkan Mayo clinic dengan tegas membantah itu semua dalam sebuah tulisannya.

Kembali pada diri masing-masing, mengenali inti masalah dan tahu dengan kebutuhannya saat ini merupakan hal penting yang menjadi dasar pemilihan metode diet tertentu.

Untuk menghindari kesalahan dalam memilih suatu metode, konsultasikan dengan ahlinya atau dokter setempat. Karena prinsipnya tidak semua ornag bisa menjalankan metode diet yang sama, diet sangat bergantung pada kondisi fisik dan riwayat medis calon peserta.

tags: ,