Tentang metode diet plate

metode diet plateSeseorang yang bermasalah dengan penyakit diabetes pada umumnya memiliki kadar insulin atau respon fisiologi yang buruk terhadapnya. Jika kadar insulin rendah maka glukosa tidak dapat dialirkan ke sel-sel tubuh sehingga menimbulkan penumpukan glukosa dalam darah.

Penumpukan glukosa tersebut biasanya menimbulkan berbagai tanda seperti rasa lelah terus menerus, sering buang air besar, sering mengalami kehausan dan tentu saja proses penyembuhan yang lambat.

Para ahli menganjurkan para pasien diabetes untuk mengurangi atau mengontrol asupan karbohidrat yang biasa ditemukan pada makanan bertepung seperti nasi dan pasta.

Cara mudah untuk mengontrol karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh adalah dengan mengikuti metode diet plate yang dapat membantu seseorang untuk mendapatkan porsi makan tepat.

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang metode diet plate seperti dikutip dari sumber resmi dan berbagai pernyataan para ahli.

Tentang diet plate

Menurut American Diabetes Association, metode ini adalah teknik terbaik yang bisa dilakukan oleh pasien diabetes agar dapat mengendalikan konsumsi karbohidrat mereka sekaligus meningkatkan porsi sayuran tidak bertepung.

Di sebut dengan plate karena piring yang kita gunakan untuk menampung makanan dibagi menjadi beberapa bagian. Setengah piring dipenuhi dengan sayuran tidak bertepung, 1/4 diisi dengan protein dan 1/4nya diisi dengan sayuran bertepung.

Menurut Universitas Wisconsin Health System, kita bisa menambahkan satu gelas susu yang bisa diminum setelah makan selesai, atau bisa juga diganti dengan minuman bebas gula seperti teh maupun kopi.

Sayuran tidak bertepung

Sayuran ini memiliki porsi lebih besar dibanding makanan lainnya, ini untuk mengurangi asupan karbohidrat pada pasien. Untuk jenis sayurannya sendiri meliputi brokoli, kacang hijau, kembang kol, tomat, mentimun, batang seledri dan wortel.

Selain itu jamur, bawang, kubis, lobak, bayam dan paprika juga bisa kita masukkan ke dalam sayuran jenis ini.

Protein

1/4 bagian piring kita isi dengan makanan berprotein tinggi, masih menurut universitas Wisconsin Health System bahwa makanan yang bisa dimasukkan ke dalam kelompok ini adalah ikan, kepiting, udang, ayam, daging sapi, kalkun, telur, tahu dan keju rendah lemak.

Sayuran bertepung

Bagian terakhir adalah sayuran bertepung yang meliputi dua potong roti, satu cangkir nasi atau pasta, satu kentang panggang, ubi jalar, jagung dan kacang polong.

Untuk variasi lainnya kita bisa menggunakan bubur jagung, kerupuk rendah lemak, popcorn dan juga makanan olahan yang bersumber dari bahan makanan yang telah disebutkan di atas.

Keefektifan

Inilah salah satu teknik yang paling banyak direkomendasikan para dokter dan ahli medis lainnya, perlu digaris bawahi bahwa metode ini sebenarnya menitikberatkan pada porsi atau jumlah makanan tertentu yang harus kita makan setiap harinya.

Lalu apakah metode ini hanya bisa dijalankan untuk mengurangi kadar gula saja? Tentu tidak, teknik ini pun sering digunakan sebagai cara untuk mengurangi berat badan.

Untuk tahapan dan bagaimana cara kita melakukannya, silahkan tunggu beberapa hari mendatang. Kami akan terbitkan panduan menurunkan berat badan dengan menggunakan metode ini.

tags: