Tentang diet somersize

Tentang diet somersizeMetode diet ini pertama kali ditemukan oleh Suzanne Somers dan baru dipublikasikan di tahun 1996 lewat bukunya yang berjudul ‘Eat Great, Lose Weight’. Tidak seperti metode lainnya yang menganggap lemak adalah pemicu utama obesitas atau kegemukan, somersize justru menganggap lemak adalah bagian paling penting dalam tubuh.

Yang dianggap pemicu utama kegemukan adalah gula, oleh sebab itu program ini menganut diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Metode ini telah mengalami banyak revisi untuk meningkatkan mutu dan keampuhannya dalam menurunkan berat badan.

Berikut adalah beberpa hal penting yang perlu kita ketahui tentang diet somersize.

Hindari makanan mengandung gula

Karena gula dapat meningkatkan kadar insulin pada seseorang dan menyulitkan dalam menurunkan berat badan, maka somersize dengan tegas melarang semua makanan olahan yang mengandung gula.

Selain mengandung gula, makanan yang terbuat dari santan pun wajib dihindari. Makanan-makanan ini sering disebut juga sebagai Funky Foods, beberapa diantaranya seperti nasi putih, tepung, jagung dan kentang.

Pengelompokan makanan

Secara garis besar, somersize mengelompokkan makanan menjadi empat bagian yakni lemak, buah, sayuran dan karbohidrat. Sumber lemak yang digunakan memiliki kandungan protein seperti daging, telur dan ikan. Atau bisa pula makanan berlemak murni seperti keju, margarin dan minyak zaitun.

Untuk sayuran yang bisa dikonsumsi meliputi brokoli, kacang hijau, bawang, tomat, kembang kol, paprika dan sayuran segar lainnya. Sedangkan untuk sumber karbohidrat kita bisa menggunakan kacang-kacangan, gandum, roti, sereal dan produk susu rendah lemak. Makanan ini sangat penting peranannya karena sebagai pasokan utama serat untuk tubuh kita.

Untuk jenis buah, kita bisa mengkonsumsi semua jenis buah yang ada namun lebih dianjurkan untuk mengutamakan buah-buahan seperti nanas, apel, jeruk, pepaya dan melon.

Mengkombinasikan makanan

Sepintas, metode ini mirip dengan diet Hay yang memberikan aturan jelas ketika kita hendak mengkombinasikan makanan. Dalam somersize, bila kita hendak mengkonsumsi buah-buahan maka tidak boleh digabungkan dengan makanan lain karena dianggap dapat menjadi asam dan mengganggu sistem pencernaan.

Bilang ingin memakan buah maka diharuskan 20 menit sebelum mengkonsumsi makanan lain seperti sumber karbohidrat, atau 1 jam sebelum mengkonsumsi makanan berlemak.

Selain itu, lemak dan protein tidak boleh dikombinasikan dengan makanan berkarbohidrat. Bila sebelumnya telah mengkonsumsi makanan berlemak maka makanan berkarbohidrat baru boleh dimakan tiga jam kemudian.

Alasan di balik peraturan ini adalah mengkonsumsi lemak dan karbohidrat secara bersamaan dapat menurunkan tingkat metabolisme sehingga dapat memicu naiknya berat badan.

Tahap-tahap somersize

Metode ini dibagi menjadi dua fase, tahap pertama berlangsung hingga berat badan telah turun. Tujuan fase pertama ini adalah mengeluarkan semua zat gula yang tersimpan dalam tubuh sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh sehingga dengan sendirinya berat badan akan turun.

Bila berat badan berhasil diturunkan maka kita masuk pada fase atau tahap kedua, tahap ini bertujuan untuk mempertahankan hasil yang telah kita peroleh.

Untuk keterangan lebih lanjut tentang bagaimana cara menurunkan berat badan dengan menjalankan program diet ini, kami akan jelaskan secara lengkap pada kesempatan mendatang.

tags: