Tentang diet golongan darah

diet golongan darahMetode ini pertama kali ditemukan dan dikenalkan ke masyarakat dunia oleh Peter D’Adamo, dijelaskan secara rinci dalam sebuah bukunya yang berjudul Eat Right for Your Type.

Bukut tersebut menceritakan tentang berbagai macam teknik diet yang berhubungan dengan golongan darah seseorang. Jadi jika jenis darah kita O maka ada berbagai aturan dan larangan yang harus diperhatikan.

Seperti pada metode diet lainnya yang telah lebih dulu ada, para penemu metode tersebut telah melakukan berbagai uji klinis untuk mendukung teorinya. Begitu pula dengan Peter D’Adamo yang melakukan study ilmiah selama bertahun-tahun untuk menguatkan teori dietnya.

Halaman ini tidak akan bercerita mengenai detail teknik ini, namun hanya untuk mengenalkan berbagai prinsip dasar dan informasi penting lainnya. Sedangkan untuk penjelasan detail akan kami terbitakan beberapa hari mendatang.

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang diet golongan darah seperti dikutip dari beberapa sumber ahli dan buku karangan Peter D’Adamo.

Jenis darah

Jenis atau yang paling sering disebut golongan darah ada empat macam yaitu O (Golongan darah paling tua dan umum ditemukan pada manusia), kemudian A, B dan golongan yang sangat langka yaitu AB.

Tipe darah O ditemukan pada 46 persen populasi manusia di seluruh dunia, sedangkan A berada di urutan berikutnya dengan prosentase sekitar 39 persen.

Untuk tipe B ditemukan sebanyak 11 persen dan Tipe AB hanya kurang dari 5 persen. Tipe AB ini memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan golongan A dan B.

Prinsip dasar

Jenis darah O memiliki tingkat sensitifitas lebih tinggi terhadap gluten, oleh sebab itu disarankan untuk mengurangi makanan berkarbohidrat dan meningkatkan konsumsi protein hewani.

Sedangkan tipe A lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi biji-bijian dan makanan organik lainnya, tipe B lebih fleksibel lagi karena hampir semua jenis makanan bisa dikonsumsi kecuali gandum, ayam, jagung, tomat, kacang an biji wijen.

Karena tipe AB memproduksi asam lambung dalam jumlah sedikit, maka yang harus dihindari adalah kacang, biji wijen dan jagung. Jika orang yang bergolongan darah AB mengkonsumsi daging maka makanan tersebut cenderung disimpan menjadi lemak.

Kritik dari para ahli

Meskipun telah dilakukan berbagai penelitian sebelum penemunya meluncurkan metode ini, namun masih banyak para ahli yang menemukan berbagai hal yang menurut mereka cukup mengganggu.

Salah satu contohnya adalah ketika jenis darah AB dianjurkan untuk mengkonsumsi produk susu, padahal faktanya orang yang memiliki golongan darah AB memiliki sifat intoleransi laktosa.

Jadi jika orang tersebut mengkonsumsi susu maka akan lebih rentan terhadap kembung, kram, diare dan sakit perut saat meminum produk susu.

tags: