Resiko diet raw food

Resiko diet raw foodPada kesempatan sebelumnmya kita telah mempelajari semua prinsip dan aturan dasar metode raw food yang bisa dibaca kembali di sini [Baca: Tentang metode diet raw].

Meskipun metode tersebut memang benar-benar dapat menurunkan berat badan seseorang, namun seperti halnya metode lain masih memiliki beberapa kekurangan dan efek samping.

Efek samping ini cenderung dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti kekurangan nutrisi, masalah tekanan darah dan lain sebagainya yang akan kita bahas secara detail di halaman ini.

Berikut adalah beberapa efek samping dan resiko diet raw food seperti dikutip dari beberapa pakar gizi dunia.

1. Kekurangan gizi

Seperti apa yang kita ketahui bahwa metode ini menitikberatkan pada makanan yang terdiri dari sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi secara langsung tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Lalu bagaimana dengan nutrisi dan protein yang terdapat dalam daging sapi atau daging kambing? Kita tentu tidak dapat mengkonsumsi daging tersebut secara mentah-mentah.

Dalam diet ini memang kita diperkenankan untuk mengkonsumsi daging dan dizinkan untuk dimasak terlebih dahulu, tapi jelas metode ini kurang begitu menganjurkan dan lebih terkesan melarang.

Kekurangan protein dari daging dan omega tiga yang terdapat dalam ikan jelas bukan hal yang baik, oleh sebab itu para ahli gizi menganjurkan kita untuk tidak menjalankan program ini dalam jangka waktu panjang.

2. Terpapar bakteri dan kuman

Dengan alasan untuk menjaga semua nutrisi dan vitamin yang ada dalam buah, maka diet raw melarang pelakunya untuk memasak terlebih dahulu sayur dan buah.

Alasan ini memang benar, suhu panas tertentu dapat mengurangi bahkan merusak semua nutrisi dan vitamin yang dikandung sayur serta buah tersebut.

Namun resiko lainnya juga tidak bisa kita hindari, makanan yang tidak dimasak terlebih dahulu sangat mungkin menjadi tempat berkembang biak bakteri, kuman, parasit dan jamur.

Terutama jika makanan ini berasal dari daging dan hewan ternak seperti daging sapi, produk susu, daging ayam dan lain sebagainya. Makanan seperti ini cenderung membawa bakteri E. coli dan salmonela.

Jika kita mengkonsumsi makanan yang telah terinfeksi oleh kedua bakteri tersebut, maka besar kemungkinan kita akan berhadapan dengan gangguan perut dan diare.

3. Keracunan

Banyak makanan yang jika dikonsumsi mentah-mentah dapat memicu keracunan pada pengkonsumsinya, beberapa jenis makanan tersebut seperti singkong, lobak dan kacang merah.

Ketiga penjelasan di atas memberikan kita gambaran jelas bahwa metode ini tidak boleh sembarangan dijalankan, harus ada pembimbing atau setidaknya saran dari pakar gizi setempat agar apa yang kita lakukan tidak membahayakan diri kita sendiri.

tags: ,