Penjelasan Lengkap Diet Hypocaloric

diet hypocaloricIni adalah salah satu metode diet yang sangat membatasi asupan kalori pada pesertanya. Metode ini lebih sering digunakan untuk menurunkan berat badan. Namun Mayo clinic juga melansir bahwa program diet ini pun bisa menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah dan mengurangi kadar kolesterol.

Apakah semua orang bisa menerapkan metode ini? Jawabannya adalah tidak, karena jika metode ini dilakukan oleh orang yang memiliki berat badan normal justru dapat mengganggu kesehatan dan metabolisme tubuhnya.

Selain itu penting pula untuk diperhatikan bahwa sebelum melakukan diet tertentu hendaknya berkonsultasi dengan dokter terdekat agar tidak terjadi efek buruk karena ketidak cocokan metode yang kita jalankan tersebut.

Berikut adalah beberapa hal penting dan ulasan lengkap mengenai diet hypocaloric seperti dikutip dari Mayo Clinic.

Prinsip dasar dan pedoman umum

Aturan dasar yang berlaku dalam program ini adalah membatasi seluruh asupan kalori setiap harinya, serta meningkatkan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin serta nutrisi tinggi.

United States Department of Agriculture melansir bahwa membatasi asupan kalori sekaligus meningkatkan konsumsi makanan bervitamin dapat menurunkan berat badan. Adapun makanan yang digolongkan pada kelompok makanan bervitamin dan bernutrisi tinggi diantaranya seperti produk susu rendah lemak, ikan, kacang polong, daging rendah lemak, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah-buahan.

Sedangkan makanan yang perlu dihindari atau dibatasi adalah makanan tinggi lemak seperti mentega, mayones, soda, margarin, makanan cepat saji, makanan ringan dan lain sebagainya.

Hindari pula makanan tinggi gula karena biasanya kandungan kalorinya pun akan tinggi, contoh mudahnya adalah makanan beku dan makanan olahan.

Keseimbangan kalori

Perlu dipahami bahwa kalori juga dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi pada makanan, oleh karena itu perlu diperhatikan keseimbangan kalori setiap harinya.

Seperti dikutip dari Mayo Clink bahwa keseimbangan baru bisa terwujud saat kalori yang masuk sedikit lebih banyak dari pada kalori yang dikeluarkan. Kalori akan digunakan atau dikeluarkan saat seseorang beraktifitas fisik seperti berjalan kaki, berenang, jogging dan latihan lainnya.

Peranan olahraga

Olahraga atau aktifitas fisik berperan untuk mengeluarkan kalori dari dalam tubuh, jika aktifitas fisik ini dikombinasikan dengan diet hypocaloric maka berat badan akan lebih cepat turun.

Lama waktu yang dibutuhkan saat berolahraga berkisar antara 30 menit dan dilakukan minimal empat kali seminggu. Patokan ini didasarkan dari ketetapan yang dikeluarkan oleh United States Department of Agriculture.

Efek samping

Efek samping yang paling sering ditemukan pada diet rendah kalori meliputi perubahan hormon, berkurangnya massa otot dan pengeroposan tulang. Selain itu Medline Plus juga menambahkan bahwa efek yang mungkin diterima oleh orang yang menjalankan diet rendah kalori adalah pusing, kelelahan, cepat marah, pembengkakan, kerusakan organ, depresi dan anemia.

Oleh sebab itu, untuk menghindari hal tersebut maka wajib kiranya untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terdekat.

tags: