Mitos seputar jerawat

mitos seputar jerawatBanyak hal yang selama ini kita yakini namun setelah dilakukan bebagai penelitian oleh para imuan ternyata itu semua hanya sebuah mitos belaka, setiap daerah tentu memiliki mitos bereda dan berkembang dari dulu hingga sekarang.

Hampir setiap mitos yang berhubungan dengan penyakit atau gangguan kesehatan berputar di area penyebab dan cara pengobatannya, hal ini wajar karena setiap orang pasti memiliki daya nalar masing-masing.

Perkiraan yang mereka hasilkan dan kemudian diikuti oleh banyak orang kadang benar namun sering juga salah setelah dilakukan penelitian menadlam tentang hal tersebut.

Kali ini kita akan membahas mitos apa saja yang berkembang luas di tengah masyarakat tentang penyebab, gejala atau apapun itu yang berhubungan dengan jerawat.

Berikut adalah empat mitos seputar jerawat yang paling populer di masyarakat dunia.

1. Hanya menimpa remaja

Keyakinan ini terbantahkan dengan semakin mudahnya orang-orang tua yang mengalami masalah jerawat, meskipun harus diakui bahwa penderita dari kalangan orang tua lebih rendah jumlahnya bila harus dibandingkan dengan kalangan remaja.

Perbedaan diantara keduanya hanyalah masalah kestabilan hormon, pada remaja cenderung tidak stabil sedangkan pada orang berusia 40 tahun seterusnya cenderung stabil.

Inilah yang membedakan antara keduanya, selain itu remaja seringkali tidak terlalu memperhatikan aspek kebersihan sehingga sangat rentan dengan berbagai gangguan kesehatan termasuk masalah kulit.

2. Makanan berminyak menyebabkan jerawat

Para ahli menyatakan bahwa bagi kebanyakan orang, makanan berminyak tidak berpengaruh sama sekali dengan kemunculan jerawat. Meskipun pada sebagian kecil lainnya mungkin memiliki pengaruh.

Sama seperti point pertama, hal ini tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur bahwa makanan berminyak menyebabkan jerawat. Masih banyak bukti yang diperlukan untuk mendukung teori tersebut.

3. Menekan jerawat sampai keluar

Salah satu mitos lain yang banyak dipercaya kebanyakan orang adalah bahwa salah satu langkah terbaik untuk mengatasi gangguan tersebut yaitu dengan cara menekan jerawat sampai keluar.

Kita pun mungkin pernah melakukan hal tersebut bukan? Sayangnya langkah tersebut ternyata bertolakbelakang dengan hasil penelitian.

Seperti dinyatakan oleh sebuah Universitas Maryland Medical Center, menekan jerawat hingga keluar dapat membuat perpindahan bakteri dan kuman ke bagian kulit yang masih bersih.

Kuman dan bakteri ini besar kemungkinan akan menginfeksi bagian kulit tersebut dan menimbulkan jerawat baru. Kita tahu bahwa salah satu penyebab utama jerawat adalah bakteri dan kuman.

Dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa mitos ini bukan hanya tidak berdasar namun juga dapat memperparah keadaan.

4. Perbanyak mencuci wajah

Karena gangguan ini biasanya diakibatkan atau diawali oleh penyumbatan yang terjadi pada pori-pori maka sebagian besar orang meyakini bahwa salah satu cara terbaik untuk menghindari masalah tersebut adalah dengan banyak mencuci wajah.

Teori ini bertentangan dengan pernyataan McKinley Health Center di universitas Illinois bahwa mencuci wajah hanya dianjurkan dua kali sehari. Jika dilakukan lebih dari itu maka besar kemungkinan akan terjadi iritasi sehingga memperparah jerawat.

tags: