Jerawat inversa: Apakah itu?

Jerawat inversaJerawat inversa sering juga dinamakan dengan hidradenitis suppurativa, yaitu sebuah peradangan kronis yang terjadi pada kulit dan ditandai dengan jerawat berukuran besar dan sakit bila tersentuh.

Menurut pernyataan Mayo Clinic bahwa gangguan ini belum bisa dihilangkan dengan obat, namun perkembangan penyakit ini bisa dihentikan dengan obat tertentu.

Berikut adalah penjelasan lengkap dan detail tentang jerawat inversa seperti dikutip dari beberapa sumber ahli.

Penyebab

Penyebab gangguan kulit ini sama dengan jerawat pada umumnya, yakni pori-pori mengalami penyumbatan akibat tumpukan sel kulit mati dan minyak berlebih, bukan hanya pori yang mengalami penyumbatan namun juga folikel rambut dan kelenjar minyak itu sendiri.

Meskipun hingga kini belum ditemukan secara pasti pemicu tersumbatnya kelenjar minyak dan folikel rambut tersebut. Selain faktor di atas, menurut sebuah artikel ilmiah yang ditulis oleh I. Jansen pada November 2001 menyatakan bahwa gangguan ini diduga kuat karena terjadi kerusakan atau cacat epitel folikular.

Hidradenitis Suppurativa Foundation, Inc menambahkan bahwa satu dari tiga orang pasien memiliki riwayat jerawat inversa dalam keluarganya. Gampangnya faktor genetik ditengarai menjadi salah satu pemicunya.

Gejala

Biasanya muncul ditempat atau area yang ditumbuhi rambut, memiliki kelenjar keringat dan minyak seperti pelipis, pipi, leher dan lain sebagainya. Tanda awal biasanya berupa benjolan kecil yang kian hari kian membesar.

Benjolan ini akan bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya, biasanya hanya terdapat satu benjolan namun lambat laun daerah tersebut akan dipenuhi dengan bisul dan benjolan kecil lainnya.

Selain tanda di atas, inversa juga memiliki gejala umum seperti keluar keringat secara berlebihan, gatal-gatal dan panas seperti terbakar. Gejala pada tiap orang mungkin berbeda, oleh sebab itu diperlukan tindakan cepat untuk menangani masalah ini.

Tingkat keparahan

Inversa memiliki tiga tingkat berbeda, semakin tinggi tingkatnya maka akan semakin sulit dan mengganggu pasiennya. Dengan mengidentifikasi dan mengetahui tingkat keparahan inversa, dokter akan lebih mudah memberikan teknik pengobatan yang dianggap bisa mendatangkan hasil maksimal.

Tingkat pertama ditandai dengan kerusakan jaringan kulit dan disertai dengan munculnya lubang yang mengarah ke dalam kulit. Untuk tingkat dua biasanya ditandai dengan kerusakan jaringan lebih parah dan banyak lubang yang mengarah ke dalam kulit.

Sedangkan tingkat tiga adalah tingkat paling kronis, umumnya ditandai dengan benjolan besar bernanah dan kerusakan yang sudah menyebar pada bagian lain.

Pengobatan

Pengobatan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan pasien, untuk tingkat satu biasanya hanya menggunakan krim yang mengandung kortikosteroid. Selain itu Mayo Clinic juga merekomendasikan sabun antibakteri dan mengkompresnya dengan air hangat.

Untuk tingkat kedua dibutuhkan pembedahan jaringan dan mengganti jaringan rusak dengan jaringan yang lebih baik. Sedangkan untuk tingkat paling parah dokter akan melakukan pembedahan sekaligus pencangkokan kulit.

tags: