Indeks Glisemik Tinggi Menyebabkan Jerawat

glisemik menyebabkan jerawatHasil penelitian terbaru yang telah dipublikasikan dalam sebuah jurnal Academy of Nutrition and Dietetics menyebutkan bahwa indeks glisemik yang tinggi dapat mengakibatkan munculnya jerawat. Hasil penelitian ini kembali memperkuat sebuah teori lama yang berbunyi kesehatan seseorang banyak dipengaruhi oleh pola makan mereka.

Jerawat memang tidak menyebabkan kematian pada penederitanya, namun seperti yang telah dijelaskan pada tulisan kami sebelumnya bahwa efek dari gangguan ini lebih kepada mental pasien seperti:

  • Stres dan depresi
  • Kehilangan rasa percaya diri
  • Mengganggu kehidupan sosial

Itulah yang banyak dirasakan oleh remaja ketika mereka berhadapan dengan gangguan jerawat kronis. Lalu apa hubungannya antara indeks glisemik tinggi dan jerawat?

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai hasil penelitian yang menyebut bahwa indeks glisemik tinggi menyebabkan jerawat.

Berbagai study yang dilakukan sebelumnya selalu menuding bahwa kerusakan pada kulit diakibatkan oleh makanan mengandung gula, coklat dan juga makanan berlemak. Penelitian ini dilakukan jauh sebelum ilmu kedokteran maju seperti sekarang ini, yaitu sekitar tahun 1800an.

Namun mulai pada tahun 1960, para ahli mulai meragukan adanya kaitan antara pola makan dan jerawat. Baru-baru ini seorang ahli gizi dari Universitas New York bernama Jennifer Burris , MS , RD kembali mengumpulkan berbagai hasil penelitian terdahulu untuk dianalisa kembali.

Adapun faktor yang diteliti kembali oleh Jennifer Burris dan timnya meliputi:

  • Peserta
  • Metode
  • Referensi
  • Bentuk jerawat
  • Kesimpulan
  • Hasil utama
  • Pertimbangan
  • Keterbatasan

Yang mengejutkan adalah hasil penelitian tersebut menemukan bahwa mengkonsumsi makanan berindeks glisemik tinggi serta banyak mengkonsumsi produk susu menjadi salah satu penyebab utama munculnya jerawat.

Meskipun hasil penelitian ini belum diterima oleh semua ahli, namun Burris menyimpulkan bahwa paling tidak indeks glisemik tinggi dapat menyebabkan bertambah parahnya gangguan jerawat.

Selain itu, mengingat penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya pada tahun 2007 mengatakan bahwa indeks glisemik rendah dapat meningkatkan tingkat sensitifitas terhadap insulin dan mampu membersihkan jerawat.

Apa itu indeks glisemik?

Sperti dijelaskan oleh wikipedia bahwa indeks glisemik merupakan angka yang dimiliki oleh karbohidrat dalam makanan yang efeknya dapat menyebabkan naiknya kadar glukos.

Atau bisa juga disimpulkan dengan ranking suatu makanan tertentu terhadap kemampuannya dalam meningkatkan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi indeks glisemik suatu makanan maka semakin besar pula dampaknya terhadap naiknya gula darah, oleh sebab itu pasien diabetes dilarang keras untuk mengkonsumsi makanan apapun yang memiliki indeks glisemik tinggi.

Untuk hubungannya dengan jerawat sendiri, para ahli berbeda pendapat. Namun sebagian besar dari mereka menyimpulkan bahwa jerawat dipengaruhi oleh insulin. Perlu diketahui bahwa insulin sendiri dipengaruhi langsung oleh indeks glisemik pada makanan.

Ini artinya, ada hubungan secara tidak langsung antara indeks glisemik dan masalah jerawat jika hasil penelitian yang dilakukan oleh Burris dikesampingkan.

tags: