Empat Mitos Tabir Surya yang Banyak Diyakini Orang

mitos tabir suryaTidak bisa dipungkiri bahwa kita semua membutuhkan tabir surya, produk ini berguna untuk menangkal efek buruk dari sinar matahari yang dapat memicu kanker dan gangguan kulit lainnya.

Terkait dengan tabir surya, banyak orang mempercayai sesuatu yang tidak berdasar. Kepercayaan tidak berdasar ini seringkali kita namakan dengan mitos.

Berikut adalah empat mitos tabir surya yang banyak diyakini orang khususnya di Indonesia.

1. Baik atau buruknya tabir surya ditentukan oleh level SPF

Atas dasar keyakinan inilah kenapa banyak orang lebih memilih produk tabir surya dengan tingkat SPF diatas 50, bahkan kalau perlu, mereka menggunakan tabir surya yang memiliki level SPF 100.

Ini adalah mitos tabir surya pertama yang banyak dipercaya orang, padahal faktanya tidaklah seperti itu.

Level SPF 45 sudah mampu menangkal paparan sinar matahari sebesar 98%, tutur Dr. David E. Bank, seorang pakar kulit dari New York City.

Jadi berdasarkan penjelasan tersebut, penggunaan krim tabir surya dengan level SPF diatas 45 tidak terlalu berguna karena seperti diketahui bersama bahwa tidak ada satu produk pun yang mampu menangkal paparan sinar matahari 100%.

2. Dapat menyebabkan kanker

Pernyataan ini didasarkan dari sebuah penelitian selama dua tahun atas 1500 pengguna tabir surya. Hasil penelitian tersebut memang menunjukkan adanya sejumlah orang yang mengalami melanoma.

Akan tetapi hasil penelitian tersebut ditinggalkan karena beberapa hal:

  • Tabir surya yang digunakan hanya memiliki level SPF 6%, jauh dibawah rekomendasi para ahli yang menetapkan minimal 15%
  • Para peserta cenderung lebih lama berada di bawah terik matahari dibanding orang lain pada umumnya

Selain dua alasan tadi, ada beberapa penelitian terbaru yang justru bertolak belakang dengan hasil penelitian di atas. Penggunaan tabir surya secara benar terbukti dapat mencegah kanker kulit, untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel ini >>> Cara kerja tabir surya dalam menangkal bahaya kanker kulit.

3. Sunscreen dalam makeup sudah memberi perlindungan yang cukup

Tidak bisa dipungkiri memang, pada beberapa jenis makeup dan bedak disertai dengan sunscreen yang mampu mengurangi efek buruk paparan sinar matahari.

Produk yang jelas-jelas memiliki kandungan tabir surya adalah BB Cream, namun level SPF dalam produk-produk makeup tersebut jauh dibawah standar yang ditetapkan oleh para ahli.

Oleh karenanya, keyakinan sebagian orang yang menganggap bahwa tabir surya dalam makeup sudah cukup mampu menangkal paparan sinar matahari adalah suatu mitos belaka dan tentunya tidak berdasar.

4. Cukup dioleskan sekali sehari

Bahkan ketika cuaca mendung pun, anda tetap dianjurkan untuk mengoleskan produk tersebut setiap dua sampai 4 jam sekali jika berada di luar ruangan, papar Dr. Patel.

Alasannya adalah sinar matahari yang mengandung radikal bebas bisa menembus awan dan tanpa disadari menimbulkan kerusakan kulit jika kulit tidak terlindungi dengan benar.

Itulah beberapa mitos tabir surya yang banyak dipercaya orang kebenarannya, sekarang anda sudah tahu mana yang benar dan mana yang tidak berdasar.

tags: