Empat Efek Samping Diet Paleo

efek samping diet paleoSeperti dijelaskan sebelumnya bahwa metode ini menitikberatkan pada makanan yang berasal dari alam seperti daging, telur, buah-buahan dan sayuran. Sedikit berbeda dengan metode lain yang memberikan kelonggaran pada biji-bijian, paleo membatasi biji-bijian sehingga tidak semua makanan jenis ini bisa dikonsumsi.

Secara garis besar mungkin kesehatan peserta metode ini akan meningkat, namun tetap saja tidak menutup kemungkinan ditemukan efek samping pada beberapa orang.

Untuk itu sekali lagi kami tegaskan agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi setempat sebelum mengikuti program ini, dan untuk mengetahui efek samping apa saja yang sering ditemukan oleh peserta, silahkan baca keterangan di bawah ini.

Berikut adalah empat efek samping diet paleo seperti dikutip dari beberapa sumber dan pakar gizi.

1. Bau badan

Ketika kita menjalankan paleo maka tubuh akan menggunakan lemak sebagai bahan bakarnya, lemak ini akan dibakar oleh tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Prosesnya hampir mirip dengan ketogenik dimana lemak akan dipecah-pecah, kondisi ini sering dinaman dengan ketosis.

Saat seseorang berada dalam ketosis maka orang tersebut akan memperoleh aseton, aseton merupakan produk yang tercipta saat ketosis berlangsung. Aseton inilah yang menyebabkan peserta bermasalah dengan bau badan, meski demikian kondisi ini dianggap wajar dan masih bisa diatasi dengan berbagai langkah.

Untuk mengurangi bau tidak sedap yang keluar dari mulut kita bisa mengunyah mint, sedangkan bau badan bisa disiasati dengan menggunakan parfum atau pewangi.

2. Kelebihan protein

Makanan yang diwajibkan dalam paleo banyak banyak mengandung protein tinggi seperti daging sapi, telur serta beberapa jenis buah dan sayur. Protein yang terlalu tinggi dalam tubuh akan mengangkat kolesterol jahat sekaligus menekan kolesterol baik. Akibat dari kondisi ini adalah peserta akan berpotensi terhadap penyakit jantung.

Selain masalah jantung, protein yang telalu tinggi juga dapat menyebabkan masalah ginjal. Organ ginjal akan bekerja lebih keras dari biasanya untuk dapat memproses limbah yang dihasilkan.

3. Gejala hipotiroid

Paleo merupakan diet tinggi protein namun rendah karbohidrat, hal ini akan menyebabkan gejala hipotiroid. Gejala hipotiroid meliputi rasa lelah berkepanjangan, peka terhadap suhu dingin dan lesu. Hal ini tentu sangat mengganggu segala aktifitas seperti pekerjaan dan lain sebagainya.

4. Flu rendah

Peralihan pola makan secara drastis menyebabkan tubuh dipaksa untuk segera menyesuaikan diri. Terlebih jika peserta baru pertama kali meninggalkan makanan bersantan, beberapa jenis kacang-kacangan dan biji-bijian.

Flu yang dialami berkisar antara 3 sampai 4 minggu atau sampai tubuh mampu menyesuaikan diri dengan makanan rendah karbohidrat.

Dari semua efek samping di atas, yang perlu diwaspadai adalah point nomor dua. Oleh sebab itu pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter secara berkala baik sebelum ataupun ketika menjalankan diet paleo.

tags: ,