Efek samping mikrodermabrasi

efek samping mikrodermabrasiSebelumnya kita telah mengulas tentang salah satu teknik perawatan kulit yang menggunakan metode mikrodermabrasi mulai dari persiapan apa saja yang harus disiapkan hingga proses itu berlangsung. Bagi yang belum membacanya silahkan buka halaman ini [Baca: Mikrodermabrasi dalam perawatan kulit].

Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk menguak efek samping apa saja yang mungkin didapat baik saat proses itu berlangsung maupun setelahnya.

Artikel ini lebih ditujukan untuk memperkaya pengetahuan pembaca yang berniat melakukan perawatan dengan metode tersebut, tujuannya jelas yaitu agar lebih mempersiapkan diri atas segala kemungkinan yang akan terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping mikrodermabrasi seperti dikuti dari beberapa sumber ahli.

1. Kulit menjadi merah

Setelah proses yang berlangsung sekitar 30 sampai satu jam, kita akan mendapati perubahan pada kulit. Perubahan warna menjadi lebih merah ini memang salah satu efek yang ditimbulkan oleh metode tersebut.

Meskipun pada umumnya tidak berlangsung lama dan hanya terjadi selama 2 sampai tiga hari, namun bila gangguan tersebut masih tetap ada di hari keempat dan seterusnya maka ada sesuatu yang salah.

Segeralah untuk mengunjungi dokter tersebut dan menanyakan apa yang terjadi dan bagaimana cara untuk mengatasinya.

2. Kehilangan stratum korneum

Lapisan kulit yang berada paling luar disebut epidermis, lapisan ini terdiri dari lapisan sel kulit mati yang letaknya berada di bagian atas permukaan atau berada setelah sel kulit hidup.

Lapisan kulit mati atau yang biasa disebut dengan stratum korneum memiliki fungsi sebagai penghalang antara lingkungan luar dan lapisan kulit di bawahnya, bisa dikatakan fungsinya sebagai pelindung dari segala macam bahaya yang berasal dari lingkungan luar.

Saat mikrodermabrasi berlangsung maka lapisan ini akan dibuang, akibatnya kita tidak memiliki perisai yang mampu mellindunginya dari bahaya radiasi dari lingkungan sekitar.

Oleh sebab itu setelah proses perawatan tersebut selesai, kita sangat tidak dianjurkan untuk berada di bawah sinar matahari tanpa menggunakan tabir surya, begitu pula dengan pelembab. Kita diharuskan mengenakan pelembab untuk menjaga kelembaban.

3. Efek pada lapisan terluar

Setelah stratum korneum dihilangkan maka lapisan yang pada mulanya berada di bagian dalam kini berada di bagian terluar. Sekilas mungkin lapisan tersebut sangat halus dan lembut, namun hal itu sebenarnya adalah efek dari penyembuhan setelah lapisan terluar dihilangkan.

4. Menjadi kering

Bagi yang telah terbiasa dengan metode ini tentu akan sering bermasalah dengan kulit kering, ini adalah akibat dari terlalu seringnya mikrodermabrasi dilakukan.

Meskipun terbukti dapat mencegah berbagai permasalahan seperti jerawat dan komedo, namun masalah yang harus kita hadapi adalah kadar kelembaban yang sangat cepat menurun.

Penggunaan produk pelembab adalah solusi awal untuk mengatasi hal tersebut, namun untuk solusi jangka panjang kita perlu memeriksakan kembali ke dokter tentang kondisi yang sedang dialami.

tags: