Efek samping methylparaben

efek samping methylparabenMethylparaben atau yang biasa juga dikenal dengan paraben masuk ke dalam kategori pengawet makanan dan kosmetik, data ini bisa dilihat di Hazardous Substances Data Bank.

Senyawa ini berperan dalam mengawetkan makanan atau kosmetik agar tidak mudah rusak dan bisa bertahan dalam waktu lama. Menurut Hazardous Substances Data Bank atau HSDB, senyawa kimia tersebut dapat cepat diserap oleh kulit dan organ usus manusia.

Meskipun digunakan untuk pengawet makanan, namun paraben lebih sering ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit. Mungkin salah satu diantara kita sedang menggunakan atau memiliki produk tersebut.

Banyak sekali kontroversi mengenai penggunaan senyawa tersebut, di lain sisi terdaftar sebagai bahan pengawet namun di sisi lain sering dilaporkan bahwa zat kimia tersebut sering menimbulkan efek samping berbahaya bagi para konsumennya.

Apa saja efek samping methylparaben bagi para penggunanya? Berikut ulasan selengkapnya.

1. Kerusakan kulit

Pada tanggal 3 oktober tahun 2006, issue of Toxicology mempublikasikan hasil studi yang menunjukkan reaksi kulit saat diolesi dengan krim yang mengandung paraben terkena sinar matahari.

Jaringan sel kulit menjadi mati dan ditemukan stres oksidatif pada jaringan tersebut. Stres oksidatif sendiri dianggap sebagai salah satu pemicu serangan kanker pada manusia dan berbagai penyakit ganas lainnya.

2. Kerusakan mata

Jika senyawa kimia berbahaya ini digunakan sebagai bahan pengawet produk tetes mata maka bisa menyebabkan kerusakan pada indra pengelihatan tersebut.

Fakta ini ditemukan oleh para peneliti dari Department of Opthamology, penggunaan paraben meskipun dalam jumlah kecil dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan mata.

Hasil penelitian inipun telah diterbitkan secara luas dalam sebuah jurnal Ocular Pharmacology and Therapeutics.

Masih banyak lagi masalah yang mungkin disebabkan oleh senyawa ini, namun ada banyak perdebatan di anatara para ahli mengenai hal ini terutama hubungan antara paraben dengan kanker.

Dlam sebuah jurnal ditemukan bahwa penyakit kanker yang dialami oleh seseorang bukan disebabkan oleh paraben itu sendiri, namun lebih karena efek sinar matahari.

Teori inipun didukung oleh sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa jika zat kimia ini telah terbukti dapat menyebabkan kanker maka akan terdaftar dalam American Cancer Society.

Faktanya tidak ditemukan paraben dalam daftar pemicu kanker, meskipun demikian kita sebagai konsumen wajib berhati-hati dan meninggalkan semua hal yang memiliki potensi berbahaya untuk kesehatan dan kecantikan.

Meskipun masih terjadi perdebatan, namun berdasarkan laporan yang ada menunjukkan bahwa pada beberapa orang senyawa ini mengakibatkan hal buruk pada mereka.

Adalah langkah bijak jika kita memilih keluar dari segala kontroversi tersebut dan lebih memilih produk yang tidak menggunakan paraben sebagai bahan pengawet produk tersebut. Setidaknya kita akan jauh lebih tenang dan aman saat menggunakannya dalam jangka panjang.

tags: