Efek samping diet mediterania

efek samping diet mediteraniaTelah berulang kali kami nyatakan dalam berbagai kesempatan, apapun produk atau hasil pemikiran manusia tidak luput dari kesalahan dan ketidaksempurnaan.

Kesalahan kecil tersebut tentu memberikan dampak pada manusia itu sendiri, kita tahu beberapa efek samping pada diet atkins, vegan, hay, raw food dan diet gabriel sekalipun.

Semuanya memiliki kelemahan dan ada efek samping yang mungkin ditimbulkannya, begitu pula dengan mediterania. Ada sejumlah kasus kecil ditemukan pada para pesertanya.

Meskipun efek yang ditunjukkan tidak terlalu berbahaya namun itu tetaplah harus kita ketahui sebelum mulai menjalankan program yang satu ini. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri kita terhadap segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi.

Jika segala sesuatunya telah kita siapkan maka kita akan lebih waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Berikut ini adalah beberapa efek samping diet mediterania seperti yang ditemukan dalam beberapa pelaku metode ini.

1. Kelebihan lemak

Meskipun lemak yang boleh dikonsumsi hanyalah lemak tidak jenuh tunggal yang berasal dari minyak zaitun dan berguna untuk menurunkan kolesterol, namun lemak tetaplah lemak.

Bila pola makan seperti ini dilakukan dalam jangka panjang maka bukan tidak mungkin kita malah akan bermasalah dengan naiknya berat badan yang justru telah menyimpang dari tujuan kita semula.

Perlu dicatat bahwa lemak ii memang baik untuk kesehatan tapi bukan berarti tidak mempengaruhi berat badan pengkonsumsinya. Jadi perlu dibedakan antara keduanya.

2. Tidak bisa digunakan untuk semua orang

Tidak diragukan lagi bahwa metode ini memberlakukan aturan makan sehat pada para pelakunya, ini bisa kita lihat dari makanan tertentu yang diperbolehkan seperti kacang-kacangan, kedelai, gandum, produk susu, ikan dan kerang.

Sayangnya banyak orang justru memiliki alergi terhadap beberapa jenis makanan tersebut, kita sudah tidak asing lagi saat mendapati ada seseorang yang merasa gatal-gatal dan terjadi iritasi setelah mengkonsumsi kerang, ikan, telur ataupun produk susu.

Bila kondisinya seperti ini maka dapat dipastikan pola makan yang diajarkan dalam mediterania tidak cocok untuk diikuti. Oleh karenanya tidak semua orang dapat menjalankan program ini terlebih bagi orang yang memiliki riwayat dengan alergi makanan.

3. Tidak mendapatkan nutrisi dari makanan lain

Mediterania mendapat asupan nutrisi dan vitamin seperti protein dari buah, sayur, daging ayam dan ikan. Namun secara tegas melarang konsumsi daging merah.

Kita tahu bahwa dalam daging merah terdapat banyak protein dan nutrisi penting lainnya. Saat kita menjalankan mediterania maka dapat dipastikan semua kebaikan yang ada dalam daging kambing atau sapi tidak akan kita peroleh.

Selain itu setelah sekian lama tidak mengkonsumsi daging tersebut, maka ada rasa mual dan gangguan pencernaan ketika mulai mengkonsumsi daging merah kembali.

Menurut David Levitsky, seorang profesor di universitas Cornell menyatakan bahwa hal ini terjadi karena enzim yang berada dalam sistem pencernaan mengalami penurunan signifikan saat menjalankan diet yang identik dengan vegan.

tags: ,