Efek samping diet ketogenik

efek samping diet ketogenikPenderita epilepsi dari kalangan anak-anak dan remaja kadang sangat sulit dikontrol, jika obat yang diberikan pada pasien ini tidak mampu mengatasi kejang yang sering terjadi, dokter biasanya akan merekomendasikan diet ketogenik.

Pengaturan pola makan dengan metode diet ini membuat pasien menerima asupan kalori hanya dari lemak saja, selain itu asupan protein dan karbohidrat  juga diatur secara ketat dalam ketogenik.

Meskipun metode ini baik untuk penderita epilepsi, bukan berarti tanpa efek samping. Tercatat ada beberapa efek samping yang kadang ditemukan pada para pelakunya.

Berikut adalah beberapa efek samping diet ketogenik yang harus diwaspadai seperti dikutip dari beberapa jurnal kesehatan online.

1. Muntah dan mual-mual

Ketika seseorang mulai menjalankan metode diet ini, maka tubuh akan menerima asupan makanan tinggi lemak, pada fase ini tubuh akan mulai berada pada masa transisi dimana karbohidrat yang biasanya digunakan sebagai sumber energi justru digunakan sebagai pembakar lemak.

Hasil dari pembakaran lemak tersebut menghasilkan keton yang akan memenuhi aliran darah pelakunya. Saat keton masuk ke otak maka intensitas kejang dapat ditekan sedemikian rupa.

Sayangnya aliran darah yang dipenuhi dengan keton sering menyebabkan mual dan muntah sehingga dokter biasanya akan memberikan sedikit asupan karbohidrat untuk mengusir mual serta muntah-muntah tersebut.

2. Susah BAB

Karena metode diet ini rendah akan serat maka kemungkinan besar pelakunya akan mengalami kesulitan dalam buang air besar. Oleh sebab itu dokter pada umumnya memberikan pencahar untuk pasiennya agar pasien tidak lagi mengalami kesulitan saat buang air besar.

3. Lemak darah tidak normal

Karena diet ini menggunakan lemak sebagai sumber energinya maka secara tidak langsung meningkatkan kadar lemak dalam darah, artinya kolesterol juga meningkat.

Meski demikian belum diketahui efek jangka panjangnya apakah akan berpengaruh pada kesehatan jantung atau tidak.

4. Batu ginjal

Tercatat 3 sampai 7% anak yang menjalankan diet ketogenik bermasalah dengan batu ginjal, seperti yang dinyatakan oleh Dr. Eric Kossoff pada tahun 2009 dalam sebuah jurnal berjudul Epilepsia, pembentukan batu ginjal bisa disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi.

Asam urat ini pada akhirnya memicu terbentuknya kristal asam urat dalam air seni seseorang dan berubah menjadi batu ginjal. Oleh sebab itu para ahli menyarankan agar para pengguna metode ini selalu memperhatikan asupan cairan harian mereka.

5. Kelainan pada tulang dan pertumbuhan

Magnesium, kalsium dan amino ditekan sedemikian rupa dalam diet ketogenik, hal ini menyebabkan tulang dan pertumbuhan seseorang akan terganggu.

Selain mengganggu pertumbuhan, hal ini juga dapat meningkatkan resiko seseorang terhadap patah tulang. Oleh karenanya para ahli merekomendasikan para penggunanya untuk mengkonsumsi suplemen kalsium, magnesium dan amino.

Kelima efek samping diatas sering tidak disadari oleh para pelakunya, meskipun berbahaya namun jika mengikuti semua yang dianjurkan oleh dokter kita akan terlepas dari semua hal buruk di atas.

tags: ,