Efek samping antibiotik jerawat

efek samping antibiotikKetika jerawat yang kita alami sudah mulai masuk dalam tahap serius, maka salah satu langkah yang mungkin dijadikan opsi adalah dengan menggunakan antibiotik jerawat.

Antibiotik ini digunakan untuk melenyapkan bakteri Propionibacterium acnes atau sering juga disebut dengan P. acnes, yaitu bakteri yang diyakini para ahli sebagai penyebab utama gangguan jerawat yang menimbulkan peradangan dan infeksi.

Penggunaan antibiotik tentu saja memiliki beberapa efek samping yang sudah seharusnya diketahui para konsumen, hal ini berhubungan dengan langkah yang mungkin kita ambil untuk meminimalisir segala efek samping tersebut.

Berikut ini adalah beberapa efek samping antibiotik jerawat seperti dikutip dari beberapa sumber ahli.

1. Alergi

Salah satu efek yang sering ditimbulkan oleh antibiotik adalah alergi, banyak orang mengalami gatal-gatal pada kulit, gangguan pernafasan, ruam, pembengkakan pada wajah, mulut kering dan masalah lidah.

Itu semua adalah beberapa contoh reaksi alergi yang mungkin akan kita dapatkan saat menggunakan antibiotik penghilang bakteri tersebut. Alergi ini tidak hanya didiamkan karena bisa mengakibatkan gangguan kesehatan serius bahkan kematian. Oleh sebab itu saat mendapati adanya reaksi tidak wajar saat menggunakannya maka segeralah untuk mendatangi dokter.

2. Tidak berfungsi

Bakteri memiliki kemampuan berkembang biak dan membangun sistem pertahanannya sendiri, bila sistem pertahanan bakteri tersebut telah kuat maka ada kemungkinan terjadinya resistensi antara bakteri dan antibiotik yang digunakan.

Bila bakteri telah memiliki kekebalan terhadap senyawa dan zat yang ada dalam antibiotik maka obat yang kita gunakan tersebut tidak membawa hasil apa-apa.

3. Kemungkinan lainnya

Beberapa kemungkinan lain yang bisa saja terjadi meliputi detak jantung tidak teratur, kulit melepuh, gangguan pada indra pendengar, melemahnya jaringan otot, warna kulit dan mata menjadi kuning.

Jika hal ini terjadi maka sebaiknya segera datangi dokter dan periksakan kondisi kesehatan kita sekarang ini.

4. Gangguan pencernaan

Efek yang terjadi bisa diawali dari yang paling ringan sampai ke yang paling berat. Contoh efek ringan meliputi kehilangan nafsu makan, mual, diare dan kram pada bagian perut.

Sedangkan untuk efek berat biasanya meliputi tinja berdarah, muntah-muntah dan nyeri parah pada perut. Ini bisa ditanggulangi setelah mendapat perawatan dari ahli medis.

Namun bila didiamkan bukan tidak mungkin dapat menyebabkan hilangnya nyawa bagi penderitanya.

Semua keterangan diatas menegaskan kembali tentang pentingnya berkonsultasi pada dokter sebelum mengambil langkah pengobatan tertentu, hal ini untuk menghindari semua hal buruk yang mungkin ditimbulkannya.

Hal ini juga berlaku untuk setiap obat yang telah ada izin dari pemerintah sekalipun, karena daya tahan tubuh manusia berbeda-beda sehingga reaksi mereka terhadap suatu senyawa juga dapat dipastikan berbeda.

Jika langkah dan saran tersebut kita ikuti dengan baik maka mudah-mudahan terhindar dari segala macam efek samping yang mungkin saja ditimbulkan oleh suatu produk.

tags: