Cara menjalankan diet ketogenik

menjalankan diet ketogenikMetode diet yang dikembangkan oleh Dr. R. M. Wilders pada tahun 1920 ini pada awalnya digunakan untuk mengurangi kejang pada para pasien epilepsi.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, meode ini juga digunakan untuk mengatasi masalah kegemukan. Meski demikian masih banyak dokter dan rumah sakit yang tetap merekomendasikan diet ini bagi pasein epilepsi mereka.

Salah satunya adalah rumah sakit Johns Hopkins, meskipun obat anti kejang sudah ditemukan dan dijual bebas di pasaran namun para medis di rumah sakit tersebut tetap merekomendasikan diet ketogenik pada orang yang hidup dengan epilepsi.

Lalu bagaimanakah cara memulai tehnik diet ini? Ikuti penjelasan selengkapnya di bawah ini untuk memahami semua tahapan-tahapannya.

Berikut adalah panduan dan cara menjalankan diet ketogenik untuk menurunkan berat badan atau mengurangi kejang-kejang pada penderita epilepsi.

1. Konsultasikan dengan dokter

Hal pertama yang harus kita lakukan saat ingin menjalankan program diet apapun adalah mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Hal ini dilakukan agar kita mengetahui apakah glukosa dan tekanan darah benar-benar cocok dengan program diet yang akan kita jalankan. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa tanyakan dulu ke dokter terkait agar kita bisa mendapatkan informasi yang tepat.

2. Kunjungi pengawas ahli

Jika ternyata dokter mengizinkan kita menjalani program tersebut namun harus diawasi oleh sang ahli, maka kita bisa mendatangi pusat pelatihan diet untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Jangan sekali-kali melakukannya tanpa ada pengawasan dari instruktur, karena ini bisa mengakibatkan gangguan kesehatan fatal jika terjadi kesalahan.

3. Mengurangi asupan karbohidrat

Namun jika dokter mengizinkan kita untuk menjalankan diet ketogenik tanpa harus mendapat pengawasan dari para ahli, maka kita bisa memulainya dari sekarang.

Kurangi asupan karbohidrat sebanyak 100 gram di minggu pertama dan 20 gram di minggu kedua. Untuk melakukan hal ini kurangi konsumsi kripik, pasta, nasi, roti dan permen.

Sedangkan untuk mendapat asupan protein dan lemak, kita bisa mengkonsumsi telur, ikan berlemak, daging tanpa lemak serta produk susu.

4. Perhatikan asupan kalori

Di minggu ketiga, kurangi asupan karbohidrat hingga 10 sampai 15 gram perhari. Selain itu perhatikan juga asupan kalori harian kita. Jika termasuk orang yang sangat aktif maka jumlah kalori yang dibutuhkan adalah 2500 kalori perhari.

Namun jika tubuh kita tergolong kecil dan kurang aktif, maka jumlah yang dibutuhkan sekitar 1500 sampai 2000 kalori perharinya.

5. Buatlah jurnal makanan

Memang sedikit lebih rumit, namun ini akan memudahkan kita dalam mengetahui seberapa banyak asupan kalori, protein dan karbohidrat kita sehari-hari.

Label yang terdapat dalam kemasan makanan bisa mempermudah kita dalam mengontrol ketiga hal penting di atas.

Jika semua tahapan di atas telah kita lakukan dengan benar, maka itu artinya kita sudah mulai menjalankan program tersebut. Ingatlah untuk selalu mengkonsultasikannya dengan dokter gizi untuk menghindari efek samping seperti yang pernah kita ulas di halaman ini [Baca: Efek samping diet ketogenik].

tags: