Cara Alami Meredakan Kulit Terbakar Matahari

Meredakan Kulit Terbakar MatahariSinar matahari memang diperlukan untuk mendapatkan vitamin D, namun bila berlebihan saat berjemur atau berjemur di saat yang tidak tepat maka paparan sinar ultraviolet dapat membakar permukaan kulit.

Kondisi tersebut membuat kulit berubah menjadi lebih merah pada awalnya untuk kemudian berubah menjadi gelap, dalam beberapa kasus tertentu kondisi tersebut dibarengi dengan peradangan dan iritasi.

Untuk mengurangi efek sekaligus meredakan kulit yang terbakar oleh sinar matahari, diperlukan langkah intensif agar tidak menimbulkan masalah serius seperti kanker kulit dan kerusakan jaringan.

Berikut ini adalah beberapa cara alami untuk meredakan kulit terbakar matahari seperti dikutip dari berbagai sumber.

1. Mengoleskan lidah buaya

Lidah buaya memiliki sifat anti inflamasi yang berguna untuk meredakan peradangan yang terjadi pada kulit, zinc yang terkandung dalam tanaman ini juga berguna untuk meningkatkan regenerasi kulit sehingga kulit rusak dapat segera diganti dengan kulit baru yang lebih baik.

Sudah banyak produk perawatan kulit yang terbuat dari lidah buaya, namun lebih disarankan untuk mengoleskan langsung tanaman lidah buaya yang masih dalam keadaan segar dari pada menggunakan produk tersebut.

2. Menggunakan cuka

Cuka memiliki banyak kandungan asam asetat yang berguna sebagai anti inflamasi, senyawa ini berguna untuk meredakan rasa sakit akibat paparan sinar matahari. Cukup oleskan beberapa tetes cuka di atas permukaan kulit yang bermasalah dan biarkan hingga mengering.

Kita bisa menggunakan jenis cuka apapun, namun lebih disarankan untuk memilih cuka sari apel karena selain dapat meredakan rasa sakit, cuka sari apel juga mampu memperbaiki permukaan kulit yang rusak.

3. Menggunakan teh

Kandungan tanin dalam teh berguna untuk menghilangkan warna merah akibat terbakar matahari, selain itu zat tersebut juga mampu meredakan rasa sakit akibat paparan sinar matahari.

Cukup siapkan 4 kantong teh lalu masukkan ke dalam air panas beberapa menit, setelah itu pindahkan ke lemari pendingin sampai benar-benar dingin.

Letakkan di atas permukaan kulit yang terbakar matahari selama 5 sampai 10 menit, ulangi langkah tersebut sampai dengan kantong teh terakhir.

4. Mentimun

Mentimun memiliki sifat antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, sifat tersebut bukan hanya mampu meredakan rasa sakit atau peradangan di kulit namun juga berfungsi sebagai pelindung kulit dari bahaya sinar matahari.

Cukup iris mentimun tipis-tipis kemudian letakkan di bagian kulit yang mengalami masalah, diamkan selama 2 sampai 3 menit lalu ganti dengan airisan berikutnya.

5. Mengoleskan minyak atsiri

Salah satu jenis minyak esensial ini memiliki kegunaan untuk meredakan peradangan dan iritasi, cukup oleskan beberapa tetes minyak atsiri dan biarkan hingga mengering. Selain minyak atsiri, beberapa jenis minyak esensial lainnya juga bisa digunakan seperti minyak zaitun dan minyak lavender.

Kedua jenis minyak tersebut bukan hanya mampu mengurangi rasa sakit pada kulit namun juga berguna untuk memberikan kelembaban alami pada kulit.

tags: