Bagi Beberapa Remaja, Jerawat Adalah Mimpi Buruk

jerawat adalah mimpi burukKomedo, benjolan, jerawat dan kulit berminyak atau bersisik menjadi beberapa masalah yang sering dihadapi oleh kalangan remaja. Padahal kita tahu bahwa kelompok ini harus lebih aktif dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar untuk menimba pengetahuan dan pengalaman.

Namun karena berbagai macam gangguan tersebut, interaksi dan aktifitas mereka sedikit terganggu. Hal ini disebabkan karena hilangnya rasa percaya diri pada sebagian remaja sehingga mereka lebih suka menyendiri, jauh dari lingkungan sekitar dan pada akhirnya berusaha untuk menutup diri.

Jutaan remaja dari seluruh dunia mengalami masalah ini, beberapa diantaranya hanya masalah kecil dan bagi sebagian kalangan lain menganggap jerawat adalah mimpi buruk mereka karena cukup kronis. Terkait dengan gangguan jerawat, sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia menemukan fakta menarik tentang hubungan jerawat, pola makan dan kesehatan mental remaja.

Study yang dilakukan oleh Jon Anders Halvorsen, seorang peneliti dari Universitas Oslo menemukan bahwa ada korelasi atau kaitan antara jerawat dengan konsumsi coklat berlebih, kurang mengkonsumsi sayuran dan terlalu banyak mengkonsumsi cemilan atau makanan ringan seperti keripik kentang.

Study tersebut melibatkan 3775 remaja dengan memperhatikan gaya hidup, pola makan dan kondisi mental. Sedangkan hasilnya seperti yang kita baca di atas.

Pola makan buruk dan kurang mengkonsumsi sayuran merupakan hal yang paling menarik perhatian para peneliti karena hal ini mengindikasikan bahwa indeks glisemik tinggi dapat meningkatkan resiko terhadap munculnya jerawat.

Teori ini sebenarnya pernah diungkapkan dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh banyak ilmuan, salah satunya bisa kita baca di halaman ini [Baca: Indeks glisemik dan kaitannya dengan jerawat].

Pada kenyataannya, kalangan remaja memang gemar mengkonsumsi makanan cepat saji, nasi, gorengan dan makanan berlemak lainnya yang bila diperhatikan secara seksama maka indeks glisemik makanan tersebut cukup tinggi.

Ini adalah salah satu gaya hidup remaja yang hampir sebagian besar melakukannya, bila tidak segera dihentikan maka dapat berdampak buruk bagi kesehatan mereka. Sedangkan hubungan antara jerawat dan gangguan kondisi mental pernah kami jelaskan di halaman ini [Baca: Jerawat dan dampaknya pada kondisi mental remaja].

Halaman tersebut menjelaskan tentang bagaimana jerawat dapat menggangu kesehatan mental remaja dan jika kebetulan hal tersebut terjadi pada anak, maka apa yang harus dilakukan oleh orang tua untuk membantu mereka.

Hal yang juga banyak dilupakan orang adalah jerawat yang disebabkan oleh stres dan depresi, pada remaja biasanya tekanan mental ini hadir ketika ada tugas atau masalah yang harus dihadapinya di sekolah atau tempatnya bermain.

Sebagai orang tua, hendaknya memperhatikan betul kondisi mental tersebut karena bukan saja buruk bagi perkembangan mental mereka namun juga dapat mengganggu kondisi fisiknya.

tags: