8 obat jerawat terbaik

obat jerawat terbaikDari sekian banyak obat yang tersebar di berbagai toko, ada beberapa jenis obat yang dianggap oleh praktisi kesehatan sebagai obat jerawat paling top. Maksudnya adalah prosentase kesembuhan yang dimiliki oleh pasien tergolong besar. Ingin tahu produk apa sajakah itu? Berikut ulasan selengkapnya.

Di bawah ini adalah delapan obat jerawat terbaik seperti dilansir dari sebuah jurnal kesehatan.

Benzoil peroksida

Penggunaan krim anti jerawat yang mengandung benzoil peroksida diklaim lebih ampuh mengatasi jerawat dibanding dengan metode pengobatan dengan media lain.

Benzoil peroksida sendiri merupakan senyawa kimia yang berfungsi untuk melenyapkan segala bentuk bakteri dan kuman yang berada di permukaan kulit. Selain itu senyawa ini memudahkan kita dalam menjalankan proses pengangkatan sel kulit mati sehingga pori-pori akan lebih bersih.

Asam salisilat

Untuk fungsi dan manfaat tidak berbeda jauh dengan krim yang mengandung benzoil peroksida, bedanya senyawa ini diketahui dapat menghilangkan segala bentuk penyumbat pori-pori.

Kita tahu bahwa masalah utama jerawat adalah penyumbatan pada pori-pori sehingga menyebabkan peradangan dan infeksi.

Retinoid

Untuk mengatasi masalah luka akibat jerawat, dokter kulit biasanya menyarankan pasiennya untuk mulai menggunakan krim atau salep yang mengandung retinoid.

Antibiotik

Metode pemberian antibiotik oleh para dokter untuk pasiennya adalah untuk meningkatkan fungsi krim benzoil peroksida, dengan kombinasi kedua jenis obat ini maka jerawat bisa lebih cepat dihilangkan.

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan antibiotik tidak bisa dilakukan sembarangan karena bisa berakibat fatal pada penggunanya. Beberapa efek samping yang mungkin ditemukan pada pasien bisa berbentuk pembengkakan.

Oleh sebab itu harus ada petunjuk langsung dari dokter tentang dosis yang harus kita gunakan, hindari penggunaan antibiotik tanpa ada resep dari dokter.

Untuk mengetahui efek samping apa saja yang mungkin diterima oleh pasien, silahkan baca di halaman ini [Baca: Efek samping antibiotik jerawat].

Kortikosteroid

Bila semua jenis obat dia atas tidak mampu mengatasi jerawat maka ini menunjukkan bahwa gangguan yang kita hadapi sudah parah, untuk mengatasinya dokter biasanya menyuntikkan kortikosteroid secara langsung pada pasien.

Terapi laser

Terapi laser ini digunakan untuk mengurangi produksi minyak berlebih, minyak berlebih adalah salah satu penyebab utama munculnya berbagai gangguan kulit termasuk jerawat.

Terapi cahaya

Jika terapi laser lebih ditujukan untuk mengurangi produksi minyak, maka terapi cahaya bertujuan untuk menghilangkan bakteri dan kuman. Kuman dan bakteri merupakan penyebab utama terjadinya infeksi dan peradangan pada kulit.

Isotretinoin

Ini adalah obat yang paling keras dan tidak boleh digunakan tanpa ada resep dan pengawasan langsung dari dokter, karena jika dilakukan sembarangan maka dapat menyebabkan cacat permen.

Berguna untuk mengobati sekaligus membersihkan jerawat, dokter hanya akan menyarankan obat ini jika semua metode pengobatan di atas tidak membuahkan hasil.

tags: